Feeling Life, I Hope

Bisik

Bisik angin kali ini membuat aku kembali berpijak
Berpijak pada tanah yang pernah kita lalui bersama
Terkadang tak sengaja aku terbuai oleh sayangnya yang membuat aku lupa
Bahwa dia lah yang seharusnya melayang, bukan aku

Jaraknya yang jauh membuatku selalu berpikir “kamu berada dimana?”
Tapi pikiran ini tak pernah jadi sebuah perbuatan
Hanya sebuah gumaman yang tak tersampaikan
Tapi maaf tak kunjung terucap

Pernah ku melihat indahnya pelangi, tapi tak seindah matanya
Pernah ku mendengar indahnya kicauan burung pagi, tapi tak seindah bisiknya
Pernah ku merasa hangatnya perapian, tapi tak sehangat peluknya
Iya, semua hanya dia

Aku hanya ingin dia ada disini
Menerima maafku yang tak kunjung berubah
Menjadi yang dia minta
Menjadi yang dia ingin

Taman hati yang dia tanam kini sudah rimbun
Seindah taman surga
Kini semuanya menyejukan berada disini
Tak segersang dulu lagi

Percikan kasihnya membuatku siuman dari dera ku
Menghilangkan bekas kantung mata yang sudah kelam dan keriput
Membuatku kembali berdiri dan tersenyum saat fajar menyambut
Seakan luka lama itu hanya sebuah mimpi buruk yang berakhir

Dialah mentari
Dialah pelangi
Dialah puisi yang ku buat saat ku bersandar
Dialah alunan musik yang membawaku ke lelap tidurku

Aku rindu bisiknya, saat ku pura-pura terlelap
Aku rindu bisiknya, saat ku terjatuh
Aku rindu tawanya, saat canda mewarnai hariku
Aku rindu, segalanya

Semoga dia tidak pergi, meninggalkanku yang kini sudah bisa berdiri
Semoga aku tidak terjatuh lagi
Semoga dia terjaga dari marabahaya
Ketika aku jauh darinya

Selamat malam, pelangi
Selamat malam, mentari
Selamat malam, Niken Tri Hapsari

Different Road, Different Journey

Setiap manusia berhak memilih, jalan mana yang akan dia ambil. Jalan hidup mana yang akan dijalani. Tapi kadang, jalan hidup yang kita inginkan, tidak sesuai dengan yang kita jalani sekarang. Kenapa? karena sebenarnya kita “buta” dengan jalan lain. Maksudnya, ngga semua yang kita ingin itu yang terbaik. Hidup itu bisa dianalogikan seperti jalan raya,

"Hidup itu kaya jalan raya, kadang lurus, berliku, besar, kecil, mulus, terjal, naik, turun, dan berpapasan dengan jalan lain untuk satu tujuan"


Well, kalo ngga percaya, pasti pernah kan hidup kita kayanya susah banget? atau mungkin bosen karena gitu gitu aja? atau ada kalanya kita bisa dapetin segala yang diinginkan? atau ngga bisa dapet yang diinginkan? ketemu seorang bernama “teman” yang satu tujuan yang sama, dan mungkin setelah tujuannya tercapai, maka akan berpisah? sama seperti jalan raya kalau udah ketemu cabang jalan…

"Hidup itu bener-bener mirip jalan raya ber-traffic light, adakalanya kita berhenti untuk memilih jalan, bersiap untuk menempuh jalan tersebut, lalu maju sesuai pilihan kita"


Jangan pernah takut hidup, pandang jalan kedepan, terkadang memutar balik demi kebaikan hidupmu tidak apa. Jalan memutar terkadang lebih mulus dibanding jalan lurus yang terjal, tapi percayalah, diujung jalan sana ada sebuah hadiah yang menunggu.

Happy Thursday

Taman Pelangi

Melangkah. Berhenti berpijak. Lalu berlari menyambut ujung perjalanan. Tujuan akhir di jalan terjal, sebuah taman. Dimana kupu-kupu terbang berkumpul. Terbang mengepakkan sepasang helai sayap. Memecah kesunyian.

Ya, seperti memecahkan kantung mata sembab yang kubawa dari awal perjalanan. Letih ini seakan terobati. Aku seperti hinggap di sebuah tempat indah di ujung taman sana. Di sebuah puncak dari bias cahaya beraneka warna. Bias cahaya yang kudengar dari sebuah dongeng tak pernah pudar. Warnanya kekal.

Bias ini kuberi nama pelangi. Indah cahayanya meluruhkan semua beban dan luka di raga. Menyejukkan hati, mengingatkan bahwa hidup itu selalu berakhir dengan indah. Ibarat buku dengan lembar yang beraneka warna dengan goresan tinta nestapa dan bahagia.

Seketika kulihat sekeliling. Ternyata taman inidipenuhi oleh pelangi di berbagai sudutnya. Hembus angin membelai menderu seakan bisikkan sesuatu. “Ya, inilah ujung perjalanan terindah hidupmu, tinggalah disini selamanya”. Aku seketika terpaku menahan haru.

 Kulihat sekeliling dan mataku terbelalak. Merasa tidak asing dengan tempat ini. Merasa aku pernah kesini sebelumnya. Lalu aku pun teringat. Ternyata indahnya taman ini ada di dalam matamu. Hangat dan haru ada di pelukmu. Lalu senyumku mengalir ketika aku lihat lelap tidurmu.

Ya, engkaulah arti dari sebuah kata bahagia…

Ya, engkaulah taman pelangi yang aku maksud…


Selamat Pagi, Hujan

Hai. Lama tak bertemu. Lama tak berbicara. Lama tak saling menyapa. Menyenangkan rasanya melihatmu dikala senja, mendengar gemericik bisikan darimu dikala kau tiba. Sayang kau nampaknya sudah tak pernah lagi datang menyapa. Tapi sebenarnya aku selalu menunggu kedatanganmu, hujan…

There’s Always A Rainbow After Storm

Maybe for this time, there’s someone who cure my deep wound. Finally after that awkward moment, I’ve choose that path for cure it. Because I believe, there’s always a rainbow after a storm. If you feel something hard in your life, keep up your believe to God and trust him that there’s something good behind that situation. Hope someday you will know about the meaning of this sentence :)

Semua orang SUKSES dan PINTAR pasti pernah mengalami fase dimana menjadi BODOH terlebih dahulu. Ketika kamu berpikir bahwa kamu BODOH, maka kamu akan SUKSES dan PINTAR kalau mau melewati fase bernama BELAJAR

—Me

You are not a good writer if you are not depressed

—unknown

Taman

Saat ini, aku sedang duduk di bangku taman yang indah. Menikmati sunyi dan bisikan dedaunan yang menyambut dengan baiknya. Seakan mereka menyambut kedatanganku, dedaunan kering pun berguguran seperti hendak menyapaku. Ya, hati ku pun juga gugur sepertimu wahai dedaunan. Mulutku pun seakan membisu seperti pepohonan, dan mataku pun hanya bisa menjadi saksi akan ingatan yang telah lalu bagai bangku taman yang setia mendengarkan keluh kesah orang yang mendudukinya.

Read More